Penyebab Salah Investasi yang Bikin Bangkrut dan Cara Memperbaikinya

Investasi merupakan salah satu aktivitas keuangan yang penting. Terutama bagi seseorang yang ingin mengamankan atau melipatgandakan kekayaan.

Dari setiap uang yang diinvestasikan, biasanya akan memperoleh imbal hasil. Imbal hasil dalam investasi tidak menentu. Tergantung kinerja dan kondisi pasar.

Imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risikonya. Kalau mau investasi imbal hasil besar, maka risikonya pasti tinggi. Pun sebaliknya.

Faktanya, investasi tidak selalu untung. Kadang juga buntung atau rugi. Bisa akibat kondisi pasar atau kinerja yang sedang jelek, atau karena human error. Artinya kesalahan berinvestasi yang disebabkan investor sendiri.

Kenapa Salah Berinvestasi?

Investasi yang salah tidak selalu karena pengelolaan yang kurang baik. Bisa juga lantaran salah memilih instrumen investasinya.

Sejatinya instrumen investasi terbaik untuk pemula ada banyak jenis, seperti saham, emas, deposito, reksadana, obligasi atau surat utang, emas, valuta asing, fintech 2021, properti, dan lainnya.

Saking banyaknya pilihan, kerap membuat investor gegabah dalam menentukannya. Memilih instrumen yang tidak dikenal atau tidak dikuasainya. Jadi seperti beli kucing dalam karung. Alih-alih ingin mendapat untung, justru buntung.

Maka dari itu, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang instrumen investasi yang sudah Anda bidik. Saham misalnya, kenali saham yang akan Anda beli. Jangan beli yang tidak Anda kenali untuk meminimalisir kerugian.

Jadi sebelum membeli, analisa dulu. Pakai yang paling dasar, yakni analisa fundamental, seperti menganalisa laporan keuangannya, pemilik perusahaan dan rekam jejaknya, serta prospek industrinya.

Kalau sudah terlanjur salah dalam investasi harus bagaimana? Ya diperbaiki. Cara memperbaiki investasi yang salah, antara lain:

1. Kenali kebutuhan investasi Anda 

Pertama kenali dulu apa yang menjadi kebutuhan investasi. Contohnya apakah saham hanya untuk menjaga nilai kekayaan, menambah aset, atau tujuan lain seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak.

Kebutuhan atau tujuan ini penting diketahui. Sebab beda kebutuhan, beda pula jumlah yang harus diinvestasikan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan mengetahui kebutuhan itu pula, Anda dapat mengalokasikan uang di tempat yang tepat sehingga manfaat investasi dapat lebih maksimal. Jadi tidak sekadar ikut-ikutan teman atau rekan kerja saja.

2. Kenali potensi inflasi

Tak sedikit investor berinvestasi tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat. Asal investasi sebelum uangnya habis. Memang tidak salah, tetapi harus lihat timing-nya juga.


Kondisi ekonomi selalu berubah. Investasi bukan hanya dipengaruhi faktor internal, tetapi juga eksternal yang datang dari luar negeri misalnya. Selain itu, potensi terjadinya inflasi karena suatu kondisi tertentu.

Hal ini akan berdampak pada imbal hasil investasi meskipun biasanya imbal hasil investasi mengalahkan inflasi. Kecuali bunga tabungan bank.

Kalau inflasi tinggi, otomatis keuntungan investasi Anda akan berkurang, bahkan habis digerogoti inflasi. Jadi berinvestasi saat kondisi ekonomi sedang membaik.

3. Jangan berinvestasi pada uang tunai

Berdasarkan survei yang dilakukan Manulife, masih banyak masyarakat Indonesia yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk uang tunai, seperti menyimpan di rekening tabungan atau di dompet.

Tidak salah, tapi jangan harap nilai uangnya bisa bertambah signifikan. Sebab bunga yang diperoleh kecil. Nyatanya, duit malah berkurang karena dipotong biaya administrasi tabungan yang jumlahnya cukup besar.

Terlalu banyak menyimpan uang tunai justru berisiko habis digerus inflasi. Lebih baik, tempatkan uang pada instrumen, seperti properti yang harganya selalu naik setiap tahun. Bisa menjadi aset aktif bila disewakan.

4. Pilih investasi jangka panjang

Hindarilah yang namanya investasi jangka pendek, yang cuma satu sampai dua tahun. Alasannya karena keuntungannya tidak maksimal.

Misalnya saham, hanya cuan satu atau dua digit karena investasi jangka pendek. Sedangkan kalau dibiarkan dalam jangka panjang, lebih dari 5 tahun, keuntungannya bisa ratusan sampai ribuan persen.

Investasi jangka panjang sangat disarankan untuk mempersiapkan keuangan di masa depan.

5. Jangan fokus pada satu jenis investasi saja

Salah besar kalau selama ini Anda hanya mengandalkan satu instrumen investasi saja. Anda perlu melakukan diversifikasi produk yang berguna untuk subsidi silang.

Misalnya sudah punya saham. Diversifikasi dengan investasi di instrumen lain yang rendah risiko, seperti emas atau surat utang negara (SUN).

Jadi kalau harga saham sedang anjlok, Anda tetap mendapatkan keuntungan dari investasi emas maupun SUN. Malah investasi SUN, bunga dan pokok dijamin negara, sehingga tak ada risiko gagal bayar.

Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

Bila Anda sudah memperbaiki kesalahan investasi, jangan jatuh ke lubang yang sama. Sebelum memutuskan berinvestasi pada satu instrumen, harus dianalisa dulu. Keuntungan dan kerugiannya, serta risikonya. Pastikan platform yang Anda pilih merupakan aplikasi investasi terbaik.


Dengan begitu, Anda dapat mengelola risikonya dengan tepat. Menghindari kesalahan dan memaksimalkan keuntungan.


Share:

Cara Mengemas Barang yang Benar

Bagaimana amankah mengemas paket yang akan kita kirim? Cara Kemas Paket atau packaging harus disesuaikan dengan barang yang akan kita kemas. Untuk itu, berikut tips tentang cara mengemas paket dengan aman khusunya untuk ekspor indonesia ke thailand:

Gunakan packing kayu untuk barang yang mudah pecah dan untuk pengiriman ke luar pulau jawa dengan jumlah lebih dari 24 pcs jika hanya 1-2 pcs saya sering menggunakan karton kombinasi, bubble wrap dan styrofoam yang cukup aman.

Bubble Wrap, fungsi bubble wrap lebih spesifik dalam mengurangi guncangan dari luar, jadi ketika saya mengirim paket lampu bubble wrape aromaterapi saya meletakkannya di luar setelah kardus styrofoam baru yang melindungi barang yang akan anda kirim terutama untuk barang yang mudahg pecah.

Styrofoam sebenarnya hampir sama fungsinya sebagai bubble wrap sebagai peredam kejut, namun komposisi styrofoam ini lebih padat, maka sebaiknya posisi styrofoam ini diletakkan setelah pembungkus kardus untuk lampu aromaterapi atau barang elektronik atau gerabah yang rawan. untuk melanggar

Kardus lebih tepat digunakan untuk mengirim paket yang tidak membutuhkan perlindungan ekstra, seperti barang pecah belah atau keramik dan barang elektronik. Karton ini saya sering gunakan untuk mengirim paket kaos Premium Painting dan dompet kulit ikan pari, ya walaupun dalemannya sudah dibungkus kardus, tapi agar lebih rapi, pasalnya pengepakan juga berpengaruh pada daya beli konsumen.

Amplop atau kertas kado ini sering digunakan untuk mengemas paket yang tidak memerlukan perlakuan khusus seperti tutorial CD / DVD, surat, buku, majalah dan lain sebagainya.

Saya sering menggunakan plastik ini untuk baju pengiriman, kaos premium hand-painted, kaos hobbyist, kaos burung, dll. Ceritanya hampir setiap hari saya bekerja mengemas pakaian menjadi dikirim dengan menggunakan plastik, intinya pengiriman menggunakan kantong plastik untuk barang yang harus dilindungi dari air, bahkan kantong plastik plastik ini akan lebih berguna untuk semua jenis paket pengiriman sebagai balutan akhir dalam pengepakan, kembali lagi tergantung jenis barangnya.


Share:

Berwisata dengan Aman di Pulau Dewata

Apakah Anda cukup tahu tentang Bali? Saat ini, pulau Bali mungkin sudah tidak asing lagi dengan keindahannya. Jadi, belum sempurna untuk perjalanan anda jika anda belum pernah datang ke pulau Bali. Untuk anda yang sedang merencanakan liburan ke Bali, ada beberapa tips yang bisa menjadi panduan untuk anda. 

Sepanjang tahun merupakan waktu yang tepat untuk berwisata ke Bali karena pulau ini selalu menawarkan berbagai macam aktivitas, dan terdapat banyak Tempat Wisata Di Bali untuk dikunjungi. Saat musim hujan (Oktober-April) Anda bisa mengunjungi museum dan area pusat seni.

Setelah musim panas dengan sinar matahari yang cerah, Anda dapat berjalan-jalan menikmati pemandangan indah Bali, dari pantai, laut, persawahan, dan pegunungan. Bulan puncak kedatangan turis asing terjadi pada bulan Juni hingga September. Saat itu, pengusaha pariwisata biasanya menaikkan harga lebih dari 30%, seperti harga sewa mobil, hotel, tiket pesawat, dan akomodasi lainnya. Anda juga harus siap menghadapi kemacetan, karena pulau Bali akan ramai dikunjungi wisatawan.

Tempat tinggal di Bali?

Sebelum memilih hotel, Anda harus memastikan daerah mana yang akan dikunjungi. Biasanya kunjungan pertama para wisatawan adalah kawasan Bali selatan sebagai pusat pariwisata di Bali. Ada banyak tempat wisata di Bali Selatan seperti Kuta, Seminyak, Badung, Gianyar, dan lain-lain. Di Kuta banyak terdapat hotel, restoran dan pusat perbelanjaan. 

Akomodasi murah bisa didapatkan di sekitar kawasan Gang Poppies, Jalan Tiga Saudara, Tuban Raya, Gang Puspa Ayu hingga Bakung Sari. Jika Anda menginginkan villa yang menawarkan privasi ekstra, Anda bisa datang ke kawasan Seminyak yang berada di Jalan Dropadi.

Haruskah saya berlibur di Kuta?

Jika anda merasa kawasan Kuta terlalu ramai, maka anda bisa datang ke kawasan Sanur, Jimbaran atau Nusa Dua karena lebih sepi namun harga hotel lebih mahal karena konsep resort. Hotel dengan konsep alam bisa ditemukan di Ubud, Gianyar, namun sayangnya belum ada pantai. 

Gianyar memiliki banyak tempat wisata seperti taman safari, kebun binatang, tempat wisata budaya, dan pemandangan alam yang indah. Singaraja juga bisa menjadi pilihan menarik seperti di kawasan Lovina, namun agak jauh dari bandara, sekitar 3 jam perjalanan.

Jika Anda pergi ke kawasan Bali timur, Anda bisa mengunjungi Candidasa atau Taman Ujung yang terletak di Kabupaten Karangasem. Akomodasi relatif murah, resor mahal juga ada dengan pantai yang tidak terlalu ramai. Kawasan Jatiluwih dan Gunung Batukaru di Kabupaten Tabanan juga bisa jadi pilihan liburan bagi yang suka udara sejuk.

Memilih moda transportasi di Bali

Saat mengunjungi tempat wisata di pulau Bali, Anda bisa menggunakan berbagai pilihan transportasi. Ada persewaan mobil, sepeda motor, bus dan taksi. Menyewa mobil plus supir untuk satu hari sekitar 600 ribu rupiah. Tapi kalau suka naik motor hanya merogoh kocek sekitar 150 ribu rupiah untuk sewa satu hari.

Apa yang harus saya makan di Bali?

Apakah Anda ingin makanan mahal atau makanan murah? semua tersedia di Bali. Ada banyak pilihan menu yang bisa Anda cicipi. Hidangan khas Eropa, Cina, Indonesia, Bali dan lainnya tersedia lengkap di berbagai restoran. Jika Anda datang ke Bali, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Bali yaitu Lawar dan Betutu.

Nikmati eksotisme budaya Bali

Silakan berkunjung ke pura (kuil) untuk merasakan suasana yang unik dan berbeda dari Bali. Kenakan pakaian sederhana saat memasuki kuil. Wanita yang sedang menstruasi dilarang memasuki area pura. 

Share:

Terkini

Label